Hai Kesenangan Lama

Sebelum invasi smartphone, laptop, internet, dan media sosial diterima dengan senyum bahagia dan kedua tangan terbuka menjadikanku seperti manusia kebanyakan , hal yang sering kulakukan di dunia adalah berlari menjelajah alam bebas sendirian tanpa ragu, bersepeda di jalanan kecil di pinggir sawah yang aku pernah terjerembab didalamnya atau ditengah ladang dimana aku pernah terjungkir saat menuruni jalan yang kubuat sendiri, membaca novel di perpustakaan secara gratis, menulis puisi pada lembaran lembaran yang hilangnya kusesali, memakan jajanan yang dijual ayahku secara sembunyi-sembunyi meski sesekali ketahuan.

Ada waktu saat daun waru menjadi tokoh pewayangan, berbagai batu unik menjadi robot juga pesawat luar angkasa, pohon pisang dan pohon jati menjadi rival dalam adu pedang satu sisi, bambu berdiameter kecil dengan seleksi ketat dan proses khusus menjadi pedang andalan yang wajib dibawa disetiap penjelajahan.

Saat-saat itulah, dunia kecilku begitu menakjubkan. Berlari bebas tanpa beban, menjelajah tanpa memikirkan berbagai resiko, juga beberapa hal yang kurasa tak bisa dikembalikan kini kurindukan. Kadang kini aku berfikir, bagaimana dulu aku bisa begitu berani? atau bagaimana dulu aku bisa tenggelam dalam imajinasi dengan hal yang begitu sederhana? Perlahan aku mencoba kembali kebodohan-kebodohan itu, berharap itu bisa mengisi sesuatu ke dalam diri.

Hai kesenangan lama, kau akan menjadi kesenanganku lagi saat ini !!!

Komentar